Merchandising PERSIB = Identitas Bobotoh

Kamis, 17-02-2011 02:00
Oleh: M. Farhan, Direktur PT Persib Bandung Bermartabat

Persib Bandung © persib.co.id

Bobotoh sadulur, dalam kesempatan ini saya ingin berbagi pengalaman waktu mampir ke markas besar Bayern Muenchen di Kota Munich Jerman, di bulan Maret 2010. Tentu saja saya datang ke sana sebagai turis, bukan fans berat! Status tidak berubah, tetap sebagai bobotoh PERSIB. Dan tujuan utama saya ke sana adalah melihat latihan resmi Van Bomel dkk, plus shopping!

Memasuki area markas mereka yang terletak di area perumahan elit, memang menunjukkan kelas Bayern Muenchen sebagai klub sepakbola elite kelas dunia. Membandingkan dengan PERSIB mah belum berani, tetapi untuk melakukan ATM (Amati, Tiru & Modofikasi) siap! Dari sejak masuk area parkir untuk pengunjung yang sempit, menunjukkan bahwa tempat ini tidak menyediakan fasilitas bagi para pengunjung yang datang bawa mobil pribadi. Area parkir basement yang luas hanya untuk para pemain dan profesional yang bekerja untuk Klub. Para pengunjung sangat dianjurkan untuk menggunakan kendaraan umum, dan memang fasilitas kendaraan umum tersedia dengan sangat baik.

Pintu berikutnya adalah gerbang lobi gedung pusat klub dengan logo "neon sign" besar yang terang benderang dan mentereng! Tentu hal ini menunjukkan identitas klub yang kuat. Bahkan segera saya merasakan ikatan yang kuat dengan identitas klub Bavarian ini. Padahal baru lihat logonya. Suasan lobi yang asri, dengan resepsionis profesional di sisi kiri lobi dan ruang pamer trophy di sisi kanannya, membuat saya merasa disambut sebagai tamu istimewa. Padahal status saya hanya sebagai turis biasa. Menghampiri petugas resepsion yang sigap menjawab pertanyaan saya, dia langsung mengarahkan saya ke ruang pamer trophy. Lalu, mempersilakan saya menuju toko "merchandising" Bayern Muenchen yang membuat saya terpaku.

Deretan jersey resmi berbagai model dan ukuran. T-shirt, polo shirt, training set, baju bayi dan anak-anak, aksesoris dll semua begitu memukau. Untunglah uang EURO itu setara dengan Rp 13.000,- jadi tentu saja nafsu belanja saya tertahan dengan sendirinya. Semuanya terasa mahal!  Jersey "home game", untuk ukuran dewasa seharga 60 Euro atau sekitar Rp 800.000. Kaus "away" (garis-garis putih-merah) yang digunakan di final Champions Cup 2010, lebih mahal lagi, 75 Euro, atau setara dengan Rp 1 juta lebih. Jaket nya? Ha..ha..ha.. saya tidak berani melihat "price-tag" nya!

Masih banyak "merchandise" lain yang ditawarkan. Mug, topi, rompi, syal, pesawat telepon, bahkan sampai ponsel dan kartu perdananya dipajang apik untuk menarik perhatian, dan memancing nafsu belanja para pengunjung. Ketika akhirnya saya mengambil, satu jersey timnas Jerman, satu jersey "home" ukuran anak-anak, satu jersey latihan resmi, satu polo shirt dan sebuah topi, saya langsung menuju ke kasir. Dengan empat items itu saja saya merasa sudah banyak belanja saya. Tapi ketika antre di kasir, ternyata saya adalah "shopper" yang paling sedikit belanjaannya.


Rata-rata bawa belanjaan dengan kereta dorong atau keranjang yang tenteng dengan jumlah barang yang banyak. Mungkin memang mereka punya daya beli yang jauh lebih tinggi daripada saya. Tapi ketika memperhatikan lebih dalam, mereka bukanlah datang dari golongan elite. Mereka dari golongan kelas menengah biasa seperti saya. Bukan miliuner kaya raya!  Kemudian saya beserta beberapa penggemar Bayern Muenchen dipersilakan menuju ke lapangan "pitch", tempat latihan resmi. Pada saat itulah saya berkesempatan untuk berbincang dengan para penggemar FC Hollywood ini. Ketika mereka saya tanyakan mengapa sampai rela mengeluarkan uang sampai ratusan Euro untuk "merchandise" original klub kesayangan mereka, semua jawaban mereka seragam: KARENA INI ADALAH IDENTITAS!

Saya terkesima mendengar jawaban mereka yang spontan dan seragam. Bukan sekedar ingin gaya dan tampil keren saja. Tapi identitas! Inilah jawaban paling pas untuk seorang fans yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari sebuah klub sepakbola. Karena identitas adalah hal yang menyatukan semua elemen dalam sebuah klub. Tanpa identitas tidak ada keterikatan dengan klub. Bagi seorang bintang sekalipun, keterikatan dengan klub, menjadi dorongan motivasi untuk menampilkan permainan terbaik dan memberikan hasil optimal bagi klub. Bagi para pengurus dan profesional yang bekerja untuk klub, tanpa identitas, rasanya semua pemikiran dan kerja keras hanya menjadi konsep kosong di atas kertas tanpa jiwa. Bagi bobotoh, identitas menjadi kaitan kuat tak terlepaskan dari keterlibatan dan kontribusi bagi team tercinta.

Jadi, Bobotoh sadulur semua, kehadiran "merchandising" original PERSIB tentu hadir dengan tujuan yang sama. Mengukuhkan identitas ORIGINAL kita sebagai BOBOTOH PERSIB! Ini menunjukkan dengan kasat mata bahwa dukungan kita betul-betul bulat untuk PERSIB. Bahkan tidak perlu jauh-jauh kita lihat ke Jerman. Saat pertandingan Piala AFF pun terlihat jelas SU-GBK dipenuhi lautan pendukung TIMNAS dengan warna merah, sebagai warna identitas pasukan Garuda. Tim lawan pun gentar melihat puluhan ribu manusia berkostum Garuda Merah di stadion. Artinya, bisa dibayangkan kalau tim lawan bertandang ke Bandung, dan melihat lautan biru, tidak hanya di stadion, tapi di seluruh kota Bandung, bahkan di seluruh Jawa Barat, maka kita sudah betul-betul menjadi pemain ke-12 bagi para "Pangeran Biru" kita.

Saya bisa membayangkan, ketika siapapun datang ke wilayah Jawa Barat akan terkesima melihat kekompakan kita menggunakan semua yang beridentitas PERSIB. Kaos, syal, hand phone, SIM Card sampai konten di dalam ponsel pun isinya PERSIB pisan! Maka kita sudah bisa mengukuhkan bahwa identitas kita sebagai warga Bandung, sebagai warga Jawa Barat adalah: PERSIB!

Bergabunglah Bersama PERSIB :

Komentar

Berita Populer Persib








2014

20

Pertandingan dimainkan

  • 12

    Menang

  • 42

    Gol

  • 114

    Shot
    On Target

  • 27

    Kartu
    Kuning

  • 5

    Imbang

  • 20

    Kemasukan

  • 118

    Shot Off Target

  • 2

    Kartu Merah

  • 3

    Kalah

  • 7

    Clean Sheet

  • 172440

    Penonton di Kandang

  • 1

    Ferdinand

    9 Gol

  • 2

    Konate

    8 Gol

  • 3

    Djibril

    8 Gol